Peran Pancasila di Era AI : Landasan Etika di Tengah Revolusi Teknologi

     

        Hello, my name is Elfinathu Rosida, usually called Elfina, one of the active students at Sayyid Ali Rahmatullah State Islamic University of Tulungagung majoring in Islamic Broadcasting Communication. My home address is in Balesono Village, Ngunut District, Tulungagung Regency. I am an activist who has been active since High School both in academic and non-academic fields, until now I am in college and get achievement scholarships and BAZNAS scholarships and also as an Outstanding Student at Sayyid Ali Rahmatullah State Islamic University of Tulungagung, my life motto is kena, kena and formed, nothing is impossible if we keep trying, thank you.

More info at instagram : @elfinathu_



Peran Pancasila di Era AI : Landasan Etika di Tengah Revolusi Teknologi

            Kehadiran kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Dari otomatisasi pekerjaan hingga pengambilan keputusan berbasis data. Teknologi ini memberikan peluang sekaligus tantangan baru. Namun, kemajuan pesat ini tidak bisa dilepaskan dari pertimbangan nilai-nilai moral dan etika. Di Indonesia, Pancasila sebagai ideologi bangsa memiliki peran yang sangat relevan untuk menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan kemanusiaan, maka dari itu pancasila menjadi panduan di era AI
           Pada sila yang pertama yakni Ketuhanan yang Maha Esa dapat menjadi panduan moral dalam teknologi. Pada sila ini dijelaskan bagaimana kita dapat meyakini keberadaan Tuhan YME dengan meyakini bahwa disetiap tindakan dan perilaku pasti memberikan timbal balik kepada kita. Moral yang baik adalah moral yang dibentuk dengan baik. Seperti halnya ketika dalam penggunaan teknologi tentunya harus memiliki moral yang baik agar tidak melanggar aturan maupun menimbukan salah paham antara pihak satu dengan pihak yang lainnya. Contoh lain penerapan etika dan moral dalam teknologi pada sila ini yakni selalu melakukan hal hal baik yakni menjaga privasi orang lain dalam penggunaan media digital, tidak menyebarkan dan membuat berita hoaks yang merugikan, bijak dalam bermedia digital, media digital tidak disalah gunakan dengan tidak memakainya untuk membajak, mencuri dan menipu.
            Pada sila yang kedua yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengimplementasikan bahwasannya Teknologi untuk Semua. AI harus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia tanpa diskriminasi. Penerapan AI di sektor kesehatan, pendidikan, dan transportasi perlu memastikan akses yang adil bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil atau kurang mampu. Sebagai contoh, aplikasi AI dalam pendidikan online dapat dirancang untuk menjangkau siswa di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), sehingga semua anak Indonesia memiliki kesempatan belajar yang setara.
            Selanjutnya, pada sila Persatuan Indonesia mengimplementasikan pancasila dapat mengatasi polarisasi sosial, seperti era digital membawa tantangan berupa polarisasi sosial akibat penyebaran informasi yang tidak terkendali. Teknologi AI sering digunakan untuk membuat algoritma media sosial yang memperkuat bias atau bahkan menyebarkan hoaks. Pancasila mengajarkan pentingnya persatuan. Dalam hal ini, AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberagaman budaya dan mempromosikan narasi yang inklusif. Misalnya, pemerintah dapat bekerja sama dengan pengembang teknologi untuk menciptakan platform yang menyaring konten negatif dan memperkuat dialog yang harmonis.
            Pada sila keempat yakni Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan memiliki implementasi kebijakan yang demokratis, berarti Penerapan AI di Indonesia memerlukan kebijakan yang bijaksana dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Prinsip keempat Pancasila mengajarkan pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat. Pemerintah harus mengundang akademisi, pelaku industri, dan masyarakat umum untuk berkontribusi dalam penyusunan regulasi AI. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya mengutamakan kemajuan teknologi, tetapi juga menjaga keadilan sosial.
            Pada sila kelima yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia berarti mengimplemantasikan bahwa menjamin kesetaraan teknologi. Teknologi AI berpotensi memperlebar kesenjangan sosial jika aksesnya tidak merata. Oleh karena itu, nilai keadilan sosial dalam Pancasila menjadi dasar penting untuk memastikan semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat teknologi ini. Misalnya, program pemerintah dapat berfokus pada pelatihan keterampilan digital bagi pekerja yang terdampak otomatisasi, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
            Pada penjelasan diatas dapat disimpulkan bawasannya Pancasila memiliki peran strategis di era kecerdasan buatan atau AI. Sebagai panduan moral dan etika, Pancasila dapat membantu Indonesia menghadapi tantangan teknologi dengan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan, Indonesia tidak hanya mampu memanfaatkan AI untuk kemajuan bangsa tetapi juga memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.  

Bagaimana menurut Anda, apakah nilai-nilai Pancasila sudah cukup diterapkan dalam pengembangan teknologi di Indonesia? Mari berdiskusi di kolom komentar!





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Message Design Logic dan Structuration Theory dalam Komunikasi

REVIEW MATERI TEORI KOMUNIKASI