Teori Message Design Logic dan Structuration Theory dalam Komunikasi
Teori Message Design Logic dan Structuration Theory dalam Komunikasi: Penjelasan, Perbedaan, Hubungan, dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Komunikasi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia yang tidak hanya melibatkan penyampaian pesan, tetapi juga membentuk pola sosial dan struktur yang mempengaruhi masyarakat. Dalam memahami proses komunikasi, berbagai teori dikembangkan untuk menguraikan bagaimana pesan dirancang, bagaimana struktur sosial terbentuk, dan bagaimana individu terlibat dalam menciptakan makna. Dua teori penting yang membahas aspek tersebut adalah Message Design Logic (MDL) dan Structuration Theory. Kedua teori ini menguraikan proses komunikasi dari dua perspektif yang berbeda namun saling melengkapi: satu dari sisi logika individu dalam merancang pesan, dan satu lagi dari sisi dampak sosial dan reproduksi struktur melalui komunikasi. Dalam esai ini, akan dibahas secara mendetail mengenai kedua teori tersebut, perbedaannya, keterkaitannya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Teori Message Design Logic (MDL)
Teori Message Design Logic (MDL) dikembangkan oleh Barbara O'Keefe pada tahun 1988. Teori ini menjelaskan bahwa setiap individu memiliki logika yang berbeda dalam menyusun dan menyampaikan pesan, tergantung pada bagaimana mereka memaknai tujuan komunikasi itu sendiri. Menurut MDL, komunikasi bukan hanya keterampilan teknis, melainkan juga cerminan dari bagaimana seseorang memahami fungsi komunikasi.
Tiga Jenis Logika Pesan
Barbara O'Keefe membagi logika desain pesan menjadi tiga tipe utama:
-
Expressive Design Logic (Logika Ekspresif)
Orang dengan logika ini menganggap komunikasi sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan secara jujur dan langsung. Mereka menyampaikan pesan tanpa banyak pertimbangan strategi atau dampak sosial. Bagi mereka, komunikasi adalah refleksi dari apa yang dirasakan saat itu. -
Conventional Design Logic (Logika Konvensional)
Individu dengan logika ini menganggap komunikasi harus mengikuti aturan sosial dan norma budaya. Pesan disusun dengan mempertimbangkan kesopanan, tata krama, dan harapan sosial. Tujuannya adalah untuk menyampaikan pesan yang dapat diterima secara sosial. -
Rhetorical Design Logic (Logika Retoris)
Orang yang menggunakan logika ini memandang komunikasi sebagai proses negosiasi makna yang kompleks. Mereka menyusun pesan dengan strategi yang mempertimbangkan hubungan sosial, situasi, dan tujuan bersama. Mereka cenderung berusaha membentuk persepsi dan mengajak audiens untuk mencapai pemahaman bersama.
Inti Teori MDL
MDL menekankan bahwa perbedaan dalam desain pesan tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berbicara, melainkan juga berasal dari cara pandang individu terhadap makna dan fungsi komunikasi. Orang dengan logika yang berbeda akan merancang pesan yang berbeda, meskipun dalam situasi yang sama.
Structuration Theory
Pengertian
Structuration Theory diperkenalkan oleh Anthony Giddens pada tahun 1984. Teori ini menjelaskan hubungan dua arah antara struktur sosial dan tindakan individu. Dalam komunikasi, teori ini menyoroti bahwa struktur sosial (seperti norma, aturan, budaya) tidak hanya membatasi tindakan manusia, tetapi juga dibentuk dan diubah melalui tindakan dan komunikasi manusia.
Konsep Utama Structuration Theory
-
Dualitas Struktur
Struktur sosial memiliki sifat ganda, yaitu menjadi pedoman dan batasan bagi tindakan manusia, sekaligus diciptakan dan diperbaharui melalui tindakan manusia. Artinya, struktur membimbing manusia, tetapi manusia juga membentuk ulang struktur itu sendiri. -
Agency (Agen/Tindakan Individu)
Individu memiliki kebebasan untuk bertindak dan tidak sepenuhnya terikat oleh struktur. Setiap tindakan manusia berpotensi untuk mengubah atau memperkuat struktur sosial yang ada. -
Reproduksi Sosial
Struktur sosial dapat bertahan dalam jangka panjang karena manusia terus mengulanginya melalui praktik sosial. Namun, ketika pola komunikasi individu berubah secara konsisten, struktur sosial juga bisa berubah.
Inti Structuration Theory
Teori ini menekankan bahwa komunikasi merupakan proses yang membentuk dan dibentuk oleh struktur sosial. Individu bukanlah korban dari aturan sosial, melainkan agen aktif yang dapat memelihara atau mengubah struktur sosial melalui komunikasi mereka.
Perbedaan Message Design Logic dan Structuration Theory
| Aspek | Message Design Logic | Structuration Theory |
|---|---|---|
| Fokus | Logika individu dalam menyusun pesan | Hubungan struktur sosial dan tindakan manusia |
| Skala | Mikro (individu) | Mikro dan Makro (individu dan masyarakat) |
| Perspektif | Psikologis, kognitif, dan personal | Sosiologis dan interaksional |
| Tujuan | Memahami gaya dan logika penyampaian pesan | Memahami bagaimana struktur sosial dibentuk dan berubah |
| Dimensi Waktu | Memahami momen komunikasi tertentu | Memahami proses sosial yang berkelanjutan |
Penjelasan Perbedaan
Teori MDL lebih menekankan bagaimana individu menyusun pesan berdasarkan logika internal dan keyakinan tentang komunikasi. Sedangkan Structuration Theory lebih fokus pada dampak sosial dari komunikasi, bagaimana interaksi individu memelihara atau mengubah norma dan struktur sosial.
MDL berbicara tentang cara pesan disampaikan, sementara Structuration Theory berbicara tentang dampak dan konsekuensi sosial dari komunikasi tersebut.
Hubungan antara MDL dan Structuration Theory
Meskipun MDL dan Structuration Theory berasal dari pendekatan yang berbeda, keduanya saling melengkapi dalam memahami komunikasi sebagai fenomena sosial.
-
Interaksi Logika Pesan dan Struktur Sosial
Cara individu merancang pesan (MDL) seringkali dipengaruhi oleh norma dan struktur sosial yang ada (Structuration). Seseorang mungkin memilih menggunakan logika konvensional karena mereka terikat oleh aturan sosial yang berlaku. -
Perubahan Struktur Melalui Desain Pesan
Jika individu menggunakan logika retoris (dalam MDL), mereka berpotensi mengubah persepsi dan norma sosial. Ini sejalan dengan Structuration Theory yang menjelaskan bagaimana tindakan manusia, termasuk cara berkomunikasi, dapat membentuk ulang struktur sosial. -
Keterkaitan Mikro dan Makro
MDL beroperasi pada tingkat mikro (desain pesan individu), sedangkan Structuration Theory menghubungkan tingkat mikro dengan dampak makro (struktur sosial). Pesan yang dirancang oleh individu secara mikro dapat menciptakan perubahan sosial secara makro jika dilakukan secara konsisten dan meluas. -
Kesadaran Agen
Individu yang memahami logika pesan yang efektif (retoris) memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan peran mereka sebagai agen perubahan sosial, sebagaimana dijelaskan dalam Structuration Theory.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari dan Contohnya
Penerapan MDL
Dalam kehidupan sehari-hari, MDL membantu kita memilih cara berkomunikasi yang sesuai dengan situasi dan audiens.
Misalnya:
-
Dalam rapat kerja, kita bisa memilih logika retoris untuk membujuk dan membangun kesepakatan bersama.
-
Dalam komunikasi antar teman, kita mungkin memilih logika ekspresif untuk berbicara lebih terbuka dan jujur.
-
Dalam situasi formal, seperti surat resmi, kita akan memilih logika konvensional untuk menjaga tata krama.
Contoh:
-
Situasi keluarga:
-
Expressive: "Aku benci peraturan ini!"
-
Conventional: "Ma, aku paham peraturannya, tapi bisakah aku meminta pengecualian sekali ini saja?"
-
Rhetorical: "Ma, aku ingin kita berdiskusi agar aturan ini tetap melindungi aku, tapi juga memberiku ruang untuk belajar bertanggung jawab."
-
-
Situasi organisasi:
-
Expressive: "Saya tidak suka dengan cara kerja seperti ini!"
-
Conventional: "Menurut prosedur yang berlaku, mungkin cara kerja ini perlu dievaluasi."
-
Rhetorical: "Bagaimana jika kita cari solusi bersama agar cara kerja ini lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan tim?"
-
Penerapan Structuration Theory
Structuration Theory membantu kita memahami bagaimana kebiasaan, aturan, dan norma dalam masyarakat atau organisasi terbentuk dan bisa diubah melalui komunikasi sehari-hari.
Contoh:
-
Dalam organisasi:
Sebelumnya budaya kantor membatasi kritik dari bawahan. Namun, jika beberapa karyawan mulai menyampaikan pendapat secara sopan dan membangun, lalu didukung oleh atasan, maka struktur organisasi berubah menjadi lebih terbuka. -
Dalam lingkungan masyarakat:
Jika dalam suatu komunitas perempuan tidak diberi ruang untuk berpendapat, tetapi ada aktivis yang terus berkomunikasi untuk mendorong partisipasi perempuan, maka dalam jangka panjang struktur sosial tentang peran perempuan dapat berubah. -
Dalam lingkungan sekolah:
Jika budaya senioritas dianggap menekan junior, perubahan bisa terjadi jika guru atau siswa mulai membangun komunikasi yang setara dan terbuka, serta mengajak semua pihak untuk menerapkan budaya baru.
Penerapan Terintegrasi (MDL dan Structuration Theory)
Seorang aktivis sosial yang ingin mengubah norma lama harus memahami cara merancang pesan (MDL) yang sesuai dengan audiens, misalnya menggunakan logika retoris agar pesan diterima dan mampu memengaruhi. Jika pesan yang disampaikan diterima secara luas dan mulai diikuti oleh orang lain, maka struktur sosial akan mulai berubah sebagaimana dijelaskan dalam Structuration Theory.
Contoh:
-
Kampanye kesetaraan gender yang dirancang dengan logika retoris dan disampaikan dengan efektif dapat mengubah pandangan masyarakat tentang peran laki-laki dan perempuan. Ketika pesan tersebut diulang dan diterapkan dalam kebijakan, struktur sosial pun mengalami perubahan.
Kesimpulan
Teori Message Design Logic dan Structuration Theory memberikan dua perspektif penting dalam memahami komunikasi. MDL membantu kita memahami logika individu dalam menyusun pesan, sedangkan Structuration Theory memberikan pemahaman tentang bagaimana struktur sosial terbentuk dan dapat diubah melalui komunikasi.
Perbedaan utamanya terletak pada fokus: MDL berorientasi pada proses desain pesan di tingkat individu, sedangkan Structuration Theory menitikberatkan pada hubungan timbal balik antara komunikasi dan struktur sosial. Meskipun berbeda, keduanya saling terhubung: cara individu menyusun pesan (MDL) dipengaruhi oleh struktur sosial yang ada, dan pada saat yang sama, pesan yang disampaikan dapat menjadi agen perubahan yang membentuk atau mengubah struktur sosial (Structuration).
Dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman kedua teori ini memungkinkan kita menjadi komunikator yang lebih efektif dan bijak, sekaligus menjadi agen perubahan yang sadar akan peran komunikasi dalam membentuk masyarakat yang lebih baik.

Komentar
Posting Komentar