REVIEW MATERI TEORI KOMUNIKASI


 1. Message Design Logic (MDL)

Pengertian

Message Design Logic (MDL) adalah teori komunikasi interpersonal yang menjelaskan cara individu menyusun pesan berdasarkan cara berpikir mereka terhadap fungsi bahasa. Teori ini menyoroti bahwa tidak semua orang mendesain pesan dengan logika yang sama.

Tokoh Penting

Barbara O’Keefe (1988) adalah tokoh utama yang mengembangkan teori ini. Ia mengklasifikasikan logika desain pesan ke dalam tiga jenis utama

1. Expressive Logic - Menganggap bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan. Sering kali langsung dan tanpa banyak penyaringan.

2. Conventional Logic - Memandang komunikasi sebagai suatu aktivitas sosial yang mengikuti norma dan aturan tertentu.

3. Rhetorical Logic - Menggunakan komunikasi secara strategis untuk mencapai tujuan bersama dan membentuk makna melalui negosiasi.

Studi Kasus

Dalam konflik antar rekan kerja, seseorang dengan expressive logic mungkin langsung menyampaikan rasa kesal tanpa pertimbangan sosial, sedangkan orang dengan rhetorical logic akan mencoba mengubah cara berkomunikasi agar konflik mereda dan solusi bisa dicapai bersama.

Kesimpulan

Teori MDL menegaskan bahwa efektivitas komunikasi tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh cara orang menyusun dan menyampaikannya. Semakin tinggi tingkat logika pesan (rhetorical), semakin besar kemungkinan komunikasi bersifat adaptif, strategis, dan kooperatif.


2. Spiral of Silence Theory (Teori Spiral Keheningan)

Pengertian

Teori Spiral Keheningan menjelaskan mengapa individu enggan menyuarakan pendapat mereka di ruang publik jika pendapat tersebut dianggap bertentangan dengan opini mayoritas. Ketakutan akan isolasi sosial membuat orang memilih diam.

Tokoh Penting

Elisabeth Noelle-Neumann, seorang ilmuwan politik dan komunikolog asal Jerman, memperkenalkan teori ini pada tahun 1974.

Komponen Utama Teori

- Opini publik : persepsi tentang apa yang diyakini orang banyak.

- Ketakutan akan isolasi : dorongan psikologis untuk tetap diterima secara sosial.

- Monitoring sosial : individu terus menerus mengamati opini mayoritas sebelum menyampaikan pendapat.

Studi Kasus

Dalam media sosial, ketika isu kontroversial seperti LGBT, Palestina, atau politik muncul, orang yang memiliki opini minoritas sering memilih diam daripada menyuarakannya karena khawatir akan hujatan, pembullyan, atau cancel culture.

Kesimpulan

Teori ini memperlihatkan bahwa media memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik, dan bahwa suara-suara minoritas seringkali terpinggirkan bukan karena tidak ada, tetapi karena mereka memilih diam. Spiral keheningan dapat mempersempit ruang demokrasi dan kebebasan berbicara.

3. Adaptive Structuration Theory (AST)

Pengertian

AST menjelaskan bagaimana teknologi dan struktur sosial mempengaruhi proses komunikasi kelompok, dan bagaimana kelompok juga bisa menyesuaikan dan memodifikasi struktur tersebut selama proses interaksi.

Tokoh Penting

Marshall Scott Poole, berdasarkan teori struktur dari Anthony Giddens, mengembangkan AST untuk melihat bagaimana struktur (aturan dan sumber daya) tidak hanya membatasi tetapi juga memungkinkan tindakan manusia.

Komponen Penting

- Structures : aturan dan sumber daya yang tersedia dalam suatu sistem.

- Agency : kapasitas individu atau kelompok untuk bertindak.

- Duality of Structure : struktur tidak hanya membatasi tindakan, tapi juga dibentuk ulang melalui tindakan.

Studi Kasus

Dalam penggunaan teknologi konferensi video seperti Zoom atau Google Meet dalam rapat organisasi, struktur awal (aturan platform, protokol rapat) membentuk cara berinteraksi. Namun seiring waktu, peserta rapat bisa mengubah aturan tersebut (misal mengizinkan interupsi, membuat polling langsung) untuk menyesuaikan kebutuhan mereka.

Kesimpulan

AST menyoroti bahwa komunikasi kelompok bukanlah proses statis, melainkan dinamis dan dipengaruhi oleh struktur yang terus berubah. Teknologi bukan hanya alat bantu, melainkan bagian dari sistem sosial yang bisa membentuk atau diubah oleh aktor dalam kelompok.

Kesimpulan Umum


Ketiga teori ini menunjukkan bahwa komunikasi tidak pernah netral atau sederhana :

MDL menekankan perbedaan gaya penyusunan pesan individu;

Spiral Keheningan menunjukkan pengaruh opini publik terhadap ekspresi individu;

AST memperlihatkan bahwa struktur dan teknologi bisa dikritisi dan diadaptasi oleh aktor sosial.


Dalam konteks dunia digital dan media sosial saat ini, ketiga teori ini sangat relevan:

MDL menjelaskan kenapa ada netizen yang blak-blakan sementara yang lain bijak;

Spiral Keheningan menjelaskan kenapa isu penting bisa tenggelam oleh dominasi opini tertentu;

AST menjelaskan bagaimana kita bisa menciptakan ruang diskusi yang sehat dan adaptif dengan teknologi yang ada.


THANK YOU!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Pancasila di Era AI : Landasan Etika di Tengah Revolusi Teknologi

Teori Message Design Logic dan Structuration Theory dalam Komunikasi